Thursday, April 26, 2018

Pentingnya Membaca Buku

Halo semuanya. Apa kabar? baik? atau galau meratapi nasib hehehe.Kali ini saya ingin membahas tentang pentingnya membaca-bukan membaca hati orang, melainkan pentingnya membaca buku.

So guys mari kita mulai pembahasannya. Sebelum itu saya mohon maaf kalau blog ini sangat membosankan. nb: masih pemula.

Mari kita mulai.















Buku merupakan jendela dunia. Ia juga sangatlah berperan penting bagi kehidupan manusia. Namun, seringkali buku hanyalah dianggap sebagai sesuatu hal biasa yang tak bernilai jika kita tidak membacanya. Maka dari itu, sangatlah penting untuk kita membacanya. Dengan membaca, ilmu kita akan bertambah dan dengan membaca kita dapat mengubah dunia.
Membaca sangat penting bagi setiap orang. Karena hal itu akan mampu meningkatkan pengetahuan dan wawasan bagi mereka yang melakukannya. Namun kegiatan membaca ini belum banyak dilakukan, khususnya bagi para remaja. Hal ini memang menjadi keprihatinan banyak pihak, baik itu pendidik, orangtua maupun pemerintah. Upaya-upaya untuk membangun kesadaran masyarakat untuk gemar membaca pun telah lama dilakukan dengan banyak cara. Sayangnya, hal tersebut belum banyak membuahkan hasil.

Berdasarkan hasil survei lembaga internasional yang bergerak dalam bidang pendidikan, United Nation Education Society and Cultural Organization (UNESCO), minat baca penduduk Indonesia jauh di bawah negara-negara Asia. Indonesia tampaknya harus banyak belajar dari negara-negara maju yang memiliki tradisi membaca cukup tinggi. Jepang, Amerika, Jerman dan negara maju lainnya dengan kebiasaan masyarakat membaca bukunya, telah berimbas pada begitu pesat peradabannya. Masyarakat negara tersebut sudah menjadikan buku sebagai sahabat yang menemani mereka ke manapun mereka pergi. Kadang kita lihat buku tak pernah lepas dari tangan mereka kala antri membeli karcis, menunggu kereta, di dalam bus, di bandara, kedai kopi maupun tempat-tempat lainnya. minat baca indonesia

Di Indonesia, kebiasaan ini belum tampak. Di zaman sekarang ini, remaja membaca buku apabila sedang membutuhkan sumber untuk mengerjakan tugas. Fenomena seperti ini juga sering terjadi saat seorang mahasiswa sedang menyusun tugas akhir atau skripsi. "Memang budaya membaca kini sudah tidak lagi menjadi kebutuhan bagi generasi muda. Hal itu disebabkan karena kurang kontrolnya keluarga dan masyarakat terhadap anak dalam pemanfaatan teknologi sekarang ini,” ujar Prof Dr H Suwardi Lubis MS. Suwardi yang juga dosen komunikasi di Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi “Pembangunan” (STIK-P) Medan menambahkan.
Akibat dari kurangnya budaya membaca, pola pikir remaja menjadi praktis dan itu membuat mereka mudah frustasi. Padahal, dengan membaca pola pikir seseorang akan lebih terbuka dan banyak hal-hal positif yang akan didapatkannya. “Salah apabila seorang mahasiswa membaca buku ketika hendak menyelesaikan skripsi karena pasti hanya akan membaca buku yang berkaitan dengan skripsi atau tugasnya saja. Itu membuat wawasannya menjadi tidak luas,” tegas Pak Suwardi yang juga mengajar di USU. Beliau juga berpesan kepada generasi muda agar menyadari bahwa buku itu adalah jantung kehidupan. Karena dengan membaca buku wawasan serta pengetahuan kita akan semakin bertambah.


Nah mungkin cukup segitu dulu penjelasannya tentang pentingnya membaca buku.
Saya harapkan dari kalian / teman-teman semuanya menerapkan budaya membaca, baik itu novel/komik.  Oke, saya tutup artikel blog kali ini dengan satu quote dari Carl Sagan :



"What an astonishing thing a book is. It's a flat object made from a tree with flexible parts on which are imprinted lots of funny dark squiggles. But one glance at it and you're inside the mind of another person, maybe somebody dead for thousands of years. Across the millennia, an author is speaking clearly and silently inside your head, directly to you. Writing is perhaps the greatest of human inventions, binding together people who never knew each other, citizens of distant epochs. Books break the shackles of time. A book is proof that humans are capable of working magic.” - Carl Sagan

8 comments: