Monday, April 30, 2018

Tentang Soe Hok Gie

Hai sobat yang mengagumkan. Kembali lagi di blog aku. Bagaimana kabar kalian? Tentu saja baik bukan.
Di blog aku ini. Aku ingin mengenalkan kalian dengan sosok yang sangat menginspirasi para kaum muda. Seorang terpelajar yang sangat suka dengan alam.
Anak muda ini mungkin jarang sekali kalian dengar.
Beliau hidup dimasa awal kemerdekaan kita.
Anak muda ini adalah Soe Hok Gie.
Mau tau bagaimana kisah hidupnya.
Yuk kita mulai.



Soe Hok Gie (lahir di Desember 1942 – meninggal di Gunung Semeru, 16 Desember 1962 pada umur 26 tahun) 
Sosoknya sangat terkenal karena tulisannya yang sangat kritis terhadap pemerintah orde lama dan orde baru meskipun ia meninggal dalam usia muda namanya sangat dikenal dikalangan para aktivis karena tulisan-tulisan dan pemikirannya yang sangat fenomenal. Soe Hok Gie adalah Orang keturunan China yang lahir pada 17 Desember 1942. Seorang putra dari pasangan Soe Lie Pit seorang novelis dengan Nio Hoe An. Soe Hok Gie adalah anak keempat dari lima bersaudara keluarga Soe Lie Piet alias Salam Sutrawan, Soe Hok Gie merupakan adik dari Soe Hok Djie yang juga dikenal dengan nama Arief Budiman. Sejak masih sekolah, Soe Hok Gie dan Soe Hok Djin sudah sering mengunjungi perpustakaan umum dan beberapa taman bacaan di pinggir-pinggir jalan di Jakarta.

Kehidupan  Gie Ketika Kecil

Sejak masih sekolah, Soe Hok Gie dan Soe Hok Djin sudah sering mengunjungi perpustakaan umum dan beberapa taman bacaan di pinggir-pinggir jalan di Jakarta. Menurut seseorang peneliti, sejak masih Sekolah Dasar (SD), Soe Hok Gie bahkan sudah membaca karya-karya sastra yang serius, seperti karya Pramoedya Ananta Toer. Mungkin karena Ayahnya juga seorang penulis, sehingga tak heran jika dia begitu dekat dengan sastra.
Sesudah lulus SD, kakak beradik itu memilih sekolah yang berbeda, Hok Djin (Arief Budiman) memilih masuk Kanisius, sementara Soe Hok Gie memilih sekolah di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Strada di daerah Gambir. Konon, ketika duduk di bangku ini, ia mendapatkan salinan kumpulan cerpen Pramoedya: “Cerita dari Blora” —bukankah cerpen Pram termasuk langka pada saat itu?
Pada waktu kelas dua di sekolah menangah ini, prestasi Soe Hok Gie buruk. Bahkan ia diharuskan untuk mengulang. Tapi apa reaksi Soe Hok Gie? Ia tidak mau mengulang, ia merasa diperlakukan tidak adil. Akhirnya, ia lebih memilih pindah sekolah dari pada harus duduk lebih lama di bangku sekolah. Sebuah sekolah Kristen Protestan mengizinkan ia masuk ke kelas tiga, tanpa mengulang.
Selepas dari SMP, ia berhasil masuk ke Sekolah Menengan Atas (SMA) Kanisius jurusan sastra. Sedang kakaknya, Hok Djin, juga melanjutkan di sekolah yang sama, tetapi lain jurusan, yakni ilmu alam.
Selama di SMA inilah minat Soe Hok Gie pada sastra makin mendalam, dan sekaligus dia mulai tertarik pada ilmu sejarah. Selain itu, kesadaran berpolitiknya mulai bangkit. Dari sinilah, awal pencatatan perjalanannya yang menarik itu; tulisan yang tajam dan penuh kritik.
Ada hal baik yang diukurnya selama menempuh pendidikan di SMA, Soe Hok Gie dan sang kakak berhasil lulus dengan nilai tinggi. Kemuidan kakak beradik ini melanjutkan ke Universitas Indonesia. Soe Hok Gie memilih ke fakultas sastra jurusan sejarah , sedangkan Hok Djin masuk ke fakultas psikologi.
Di masa kuliah inilah Gie menjadi aktivis kemahasiswaan. Banyak yang meyakini gerakan Gie berpengaruh besar terhadap tumbangnya Soekarno dan termasuk orang pertama yang mengritik tajam rejim Orde Baru.
Gie sangat kecewa dengan sikap teman-teman seangkatannya yang di era demonstrasi tahun 66 mengritik dan mengutuk para pejabat pemerintah kemudian selepas mereka lulus berpihak ke sana dan lupa dengan visi dan misi perjuangan angkatan 66. Gie memang bersikap oposisif dan sulit untuk diajak kompromi dengan oposisinya.

Naik Gunung dan Mendirikan Mapala UISelain itu juga Gie ikut mendirikan Mapala UI. Salah satu kegiatan pentingnya adalah naik gunung. Pada saat memimpin pendakian gunung Slamet 3.442m, ia mengutip Walt Whitman dalam catatan hariannya, “Now I see the secret of the making of the best person. It is to grow in the open air and to eat and sleep with the earth”.
Pemikiran dan sepak terjangnya tercatat dalam catatan hariannya. Pikiran-pikirannya tentang kemanusiaan, tentang hidup, cinta dan juga kematian. Tahun 1968 Gie sempat berkunjung ke Amerika dan Australia, dan piringan hitam favoritnya Joan Baez disita di bandara Sydney karena dianggap anti-war dan komunis. Tahun 1969 Gie lulus dan meneruskan menjadi dosen di almamaternya.sumber


Nah itu dia biografi dari Soe Hok Gie. Gimana sangat menginspirai bukan. Aku harap kalian semua yang membaca blog aku ini bisa melanjutkan semangat dari Gie.
Blog ini aku tutup dengan satu kutipan dari Gie.
"Saya bermimpi tentang sebuah dunia dimana tokoh agama, buruh dan pemuda bangkit dan berkata : Stop Semua Kemunafikan! Stop semua pembunuhan atas nama apapun! Tak ada rasa benci pada siapa pun, agama apa pun, dan bangsa apa pun. Dan melupakan perang dan kebencian, dan hanya sibuk dengan pembangunan dunia yang lebih baik." - Soe Hok Gie


Thursday, April 26, 2018

5 Group Band Indie Lokal

Hai kawan semuanya. Kembali lagi di blog , bagaimana kabarnya? pasti baik dong.
Di blog kali ini aku akan membahas 5 band indie lokal yang menurut aku wajib didengarkan.
Pasti dari kalian pernah dengar band indie, tapi gak tau artinya.
Nah buat kalian yang  pernah dengar ,tapi enggak tau artinya aku bakalan jelasin.
Mari menyimak.

Yang pertama istilah Indie. Diambil dari kata Independent yang berarti merdeka, bebas, mandiri, dan tidak  bergantung (label musik). Banyak orang awam   menganggap kalo indie itu sebuah genre musik, seperti  rock, jazz, metal, pop, dan lain sebagainya. Anggapan itu enggak bener. Indie sendiri bukanlah suatu genre musik, melainkan sebuah gerakan musik yang bebas dan mandiri, nggak bergantung sama sebuah label musik atau sebagainya. Band Indie cenderung menciptakan lagu sesuai dengan apa yang mereka sukai dan genre yang mereka inginkan. Nggak jarang kalo lagu-lagu yang mereka ciptakan kebanyakan sangat anti-mainstream dari lagu-lagu di pasaran.

Segitu dulu penjelasannya. kalau masih bingung bisa dicari lebih lengkapnya di wikipedia.

Balik lagi ke topik. Ini ada 5 band indie lokal/Indonesia yang aku suka.
Mari kita mulai.

1. MOCCA
MOCCA band
Mocca adalah salah satu grup band yang paling ditunggu penampilanya oleh banyak pencinta musik indie tanah air. Band asal kota Bandung yang terbentuk pada tahun 1999 ini mempunyai formasi Riko Prayitno (Gitar), Arina Ephipania (Vokal dan Flute), Achmad Pratama (Bass), dan Indra Massad (Drum) ini mengusung aliran indie pop folk jazz swing bossa nova.
Lagu Secret Admirer dan Me and My Boyfriend pada album My Diary mampu melambungkan nama Mocca , bahkan salah satu perusahaan rekaman asal Jepang, Excellent Records memasukkan nama mereka ke dalam album kompilasi Pop Renaisance. Pada tahun 2004 akhirnya Mocca dapat menggelar penampilannya di Okinawa, Jepang.







2.  The Sigit

The S.I.G.I.T (The Super Insurgent Group of Intemperance Talent) adalah band Rock‘n Roll Indonesia berasala dari kota kembang Bandung. The Sigit digambarkan sebagai sebuah Rock Garage band dan sering dibandingkan dengan Wolfmother dan The Datsuns, bahkan kerap dijuluki sebagai ‘Indonesian Answer to Wolfmother‘ oleh beberapa media Australia. Rumornya, asal nama band mereka dikabarkan berasal dari ayah Rekti yaitu Sigit.
The Sigit berhasil menarik banyak perhatian pencinta musik indie dalam dan luar negeri sejak kemunculanya pada tahun 2005. Setelah peluncuran album mereka yang berjudul “Black Amplifier” The Sigit semakin terkenal bahkan mendapatkan kesempatan untuk menggelar konser di Australia dan Amerika. Aksi panggung yang menarik dan harmonisasi lagu yang pas membuat band ini selalu di tunggu oleh para pencinta musik indie tanah air. Ini band rock favorit heheheh.






3. Payung Teduh

siapa sih yang gak kenal band satu ini. Yang booming di chart lagu indonesia dengan lagu akad.
Nah membicarakan musik minimalis dengan irama yang mendayu-dayu tentu kita tak boleh melewatkan band yang satu ini: Payung Teduh. Band ini juga terbentuk secara tidak sengaja. Awalnya Is (gitar/vokal) dan Comi (bass) — yang kebetulan adalah dosen — sering memainkan musik di sekitaran danau UI. Mereka tak menyangkan bahwa banyak orang yang senang dengan permainan mereka hingga akhirnya mereka memutuskan untuk membuat band. Singkat cerita, Payung Teduh kini beranggotakan 4 personel yakni Is (gitar/vokal), Comi (bass betot), Cito (drum) serta Ivan (gitalele)

Payung Teduh menawarkan musik akustik dengan lirik-lirik yang puitis dan sarat filosofi. Lagu-lagu seperti Tidurlah, Untuk Perempuan Yang Sedang Dalam Pelukan serta Resah adalah lagu-lagu yang sudah akrab di telingan pecinta musik indie.







4. Float

Float merupakan sebuah band indie asal ibukota yang dibentuk tahun 2004. Band ini mulai dikenal oleh banyak orang ketika dipercaya oleh Mira Lesmana sebagai pengisi soundtrack di film 3 Hari Untuk Selamanya yang rilis tahun 2007. Beberapa lagu, termasuk Pulang, menjadi salah salah satu lagu yang menjadi soundtrack film tersebut. Float sendiri juga menawarkan jenis musik yang dominan akustik. Lagu-lagu mereka sangat nyaman untuk didengarkan dalam suasana santai yang kontenplatif. ini recommended juga nih






5. Banda neira

Banda Neira merupakan sebuah duo indie yang berangkat dari sebuah keiseingan. Duo ini beranggotakan Ananda Wardhana Badudu (gitar) dan Rara Sekar Larasati (vokal). Mereka berdua adalah teman akrab yang awalnya menjadikan musik sebagai keisengan untuk mengisi waktu luang. Duo ini memperkenalkan diri pada tahun 2012, bertepakan dengan selesainya proses studi Rara Sekar di Universitas Parahyangan, Bandung

Ada satu fakta unik dari duo ini. Rara, sang vokalis, ternyata adalah kakak kandung dari penyanyi solo Isyana Sarasvati. Banda Neira tampil dengan iringan gitar akustik yang sederhana namun manis dan nyaman di telinga. Beberapa lagu juga diringi dengan ketukan xylophone dari Rara. ini sih favorit aku, apalagi judul lagu yang patah tumbuh,yang hilang berganti. Tapi sayang group ini bubar di tahun 2016.








Nah mungkin segitu dulu pembahasannya. Sebenarnya masih banyak lagi group band Indie yang  aku saranin buat kalian dengerin. Berhubung 5 saja , biar tidak terlalu banyak.
mungkin next blog aku buatin lagi heheheh. kalau kalian kepo banget dengan group band inide  bisa klik aja.

Segitu dulu ya. mohon maaf kalau blog ini banyak kekurangannya hehehe. Sampai jumpa kawan:)


































5 Buku Sastra yang wajib kalian baca

Halo sobat yang mengagumkan. Kembali lagi diblog aku hehehehe
Kali ini aku bakal merekomendasikan buku sastra yang wajib kalian baca.

Nah sebelum itu. Pasti kalian bingung kenapa aku milih buku sastra, kenapa nggak novel bergenre teenlit atau buku lainnya. Karena sastra itu sangat indah untuk dibaca. Bukan karena puitis saja, melainkan kita bisa memahami sudat pandang yang berbeda. Ini bukan melebih-lebihkan tapi memang kenyataannya hehehehe.
Mari kita mulai.


 Bumi Manusia – Pramoedya Ananta Toer

5 Buku Sastra yang Cocok Untuk Pemula
Salah satu buah karya tetralogi buru milik sastrawan legendaris, Pram berjudul Bumi Manusia ini amat menarik untuk dibaca. Patut diakui, memang perlu ekstra konsentrasi untuk memahami isi ceritanya, namun bisa dijamin, setelah mengerti isi ceritanya, buku ini bakalan bikin kamu jatuh cinta dan kasak-kusuk ke toko buku atau perpustakaan buat nyari karya sastra lain dari Tetralogi Buru.
Bumi Manusia sendiri adalah buku pertama dari kwartet Tetralogi Buru karya Pramoedya Ananta Toer. Pram menulisnya saat menjalani pengasingan di Pulau Buru. Lewat ‘Bumi Manusia’ pembaca dapat melihat situasi serta kondisi masyarakat Indonesia saat berada dibawah jajahan Kolonial Belanda. Selain itu, ia juga mengajarkan betapa keadilan harus diperjuangkan apa pun resikonya. Asyiknya, pelajaran se jarah itu dikemas dalam cerita romantis antara karakter fiksi utama di dalamnya, yaitu Minke dan Annelies.   

 Catatan Seorang Demonstran (by Soe Hok Gie, 1983)

1841575
Pada waktu gua pertama kali membaca buku ini ketika umur 15 tahun, gua betul-betul dibuat malu oleh sosok Soe Hok Gie. Malu karena dalam catatan harian ini gua melihat potret anak muda yang kurang lebih punya latar belakang keluarga dan lingkungan yang mirip sama gua. Tapi pada tahun 50an, ketika Gie masih duduk di bangku SMA, dia sudah membaca dan memahami begitu banyak buku sastra, filsafat, dan sejarah kelas dunia. Sementara waktu itu gua malah sibuk asik main dotA setiap hari, hahaha...
Soe Hok Gie adalah sosok legenda bagi kalangan mahasiswa dan kaum intelektual muda Indonesia dari generasi ke generasi. Dan buku ini adalah potret dari kehidupan seorang idealis yang tetap berpegang teguh dan konsisten pada prinsipnya dari awal hingga akhirnya hayatnya. Sebuah catatan harian dari seorang aktivis mahasiswa tahun 60an yang berani bersuara lantang di tengah masa-masa paling gelap sekaligus paling mencekam dalam sejarah Bangsa Indonesia.
Mungkin bisa dibilang, ini adalah buku yang paling menginspirasi dan berpengaruh sangat besar dalam kehidupan gua. Dari mulai perkembangan intelektual dan emosional gua, sampai pada gagasan-gagasan dan ambisi gua tentang apa yang mau gua lakukan dalam hidup gua. Dalam catatan harian Gie, gua belajar dari kacamata seorang yang begitu gelisah akan ketidakadilan yang dialami oleh bangsanya, gua belajar untuk berani berbicara atas nama prinsip yang benar, gua belajar arti dari kata kejujuran dan integritas.
Buat gue, Soe Hok Gie adalah seorang role model hidup tentang konsep anak muda Indonesia yang cerdas (banget), luar biasa berani, punya prinsip dan integritas, sekaligus mau peduli dan berjuang secara konsisten untuk kemajuan bangsanya. Semoga dia bisa tetap menjadi inspirasi dan kaum intelektual muda untuk setiap generasi, termasuk juga kalian yang membaca artikel ini.

Burung-Burung Manyar (by Y.B Mangunwijaya, 1981)

img0004-45
Buku ini adalah potret masa Indonesia pada jaman peralihan. Kita semua pasti tahu bahwa Indonesia merdeka pada 17 Agustus 1945. Tapi apakah moment kemerdekaan ini langsung diketahui seluruh manusia dari Sabang sampai Merauke secara instan? Jangan dibayangin kemerdekaan di Indonesia itu penuh dengan keriuhan dan kemeriahan, penuh arak-arak dan gegap gempita. Nope! kemerdekaan Indonesia itu tentu diikuti dengan semangat, tapi juga "dirayakan" dengan rasa was-was. Karena meski sudah merdeka, masih banyak banget orang di Indonesia yang tidak tahu bahwa tanah yang dijejakinya sudah bernama Indonesia. Masih banyak lapisan masyarakat yang masih belum tau, belum bisa, dan tidak siap menerima identitas mereka yang baru.
Indonesia pada masa peralihan adalah sebuah babak yang penuh dengan pergulatan identitas. Indonesia "dijajah" Belanda selama 350 tahun, atau mungkin lebih tepatnya "hidup bersama" dengan Belanda selama 3 abad lebih. Makanya sampai Indonesia merdeka pun ada orang belanda tapi pro-Indonesia, dan sebaliknya ada orang indonesia tapi pro-Belanda. Tapi terlepas dari itu, Romo Mangun telah berhasil menulis sebuah kisah Sejarah di masa-masa awal kelahiran bangsa ini dengan sungguh sangat mengesankan, begitu detail, sarat dengan situasi yang dilematis, serta mengajak kita untuk banyak mempertanyakan identitas kita, tujuan hidup kita, dan pastinya dalam memaknai arti sebuah kemanusiaan dan kemerdekaan yang sesungguhnya.
Inilah buku sastra Indonesia yang (menurut gue) betul-betul layak disandingkan dengan karya besar sastra klasik dunia seperti karya-karya Fyodor Dostoyevsky (Rusia), Albert Camus & Victor Hugo (Perancis), von Goethe (Jerman), dan Murakami (Jepang). Untuk lo cewek-cewek yang suka baca buku teenlit atau buku-buku romansa metro-pop, coba deh sesekali baca romansa klasik sastra Indonesia, bisa-bisa ini buku bikin kalian nangis gak berhenti-berhenti sampe satu roll tisue abis semua. 

 Madilog (by Tan Malaka, 1946)

img0002-28
Mungkin masih banyak diantara lo yang belum tau tentang Tan Malaka. Tan Malaka adalah orang pertama yang menulis konsep Republik Indonesia pad sebuah buku berjudul Naar de Republiek Indonesia pada tahun 1925. Buku inilah yang kemudian dibaca oleh Bapak Proklamator kita, Ir.Soekarno dan menjadi salah satu inspirasi bagi kaum muda yang berjuang untuk kemerdekaan Indonesia pada masa itu. Bagi sebagian kaum akademisi dan intelektual, Tan Malaka telah dianggap sebagai the true founding father of Indonesia. Salah satunya adalah Muhammad Yamin yang menjuluki Tan Malaka sebagai "Bapak Republik Indonesia".
Ironis banget karena pergulatan politik di masa lalu, Tan Malaka diusir dari Indonesia, dia pergi keliling dunia dengan menyamarkan identitasnya agar nggak ketahuan polisi internasional, sampai akhirnya dia ditembak mati oleh Tentara Republik yang didirikannya. Tragisnya, nama dia dikucilkan dari Sejarah Indonesia dan bukunya dilarang keras beredar selama puluhan tahun. Lantas buku apa sih yang dia tulis sampai dilarang keras beredar itu? Salah satu buku beliau yang paling fenomenal adalah MADILOG, yang merupakan singkatan dari Materialisme-Dialektika-Logika.
Dalam buku ini, Tan Malaka mengajak kita semua untuk selalu berpikir dengan menggunakan logika, berdialektika dengan cara berpikir yang rasional, terstruktur, dan selalu mengacu pada bukti sebelum akhirnya sampai pada kesimpulan. Kurang keren gimana lagi coba pesan yang ingin disampaikan sang pendiri bangsa ini kepada kita semua? Inilah pesan yang terlupakan dari founding father Indonesia kepada kita semua yang telah mewarisi negara yang dia bangun dengan segala pemikiran, perjuangan, dan bahkan dengan nyawanya sendiri.
Terus terang, buku ini memang bukan buku yang mudah untuk dibaca, apalagi bahasa yang digunakan udah agak jadul. Pada jaman itu memang konsep tulisan berbahasa hampir ga ada satu pun yang mudah untuk dicerna oleh kita sekarang yang hidup di era modern. Tapi tetap saja, buat gue kita semua (harusnya sih) wajib untuk memahami cita-cita luhur dari orang yang berkontribusi besar membangun bangsa Indonesia, yaitu dengan mengutamakan logika dan rasionalitas dalam berdialektika.

Arus Balik (by Pramoedya Ananta Toer, 1995)

arus-balik-pod-pramoedya-ananta-toer-
Setiap negara besar biasanya memiliki Sejarah klasik yang mereka banggakan, katakanlah Italy dengan masa kejayaan Roma yang sangat besar, Mesir dengan kebudayaan ribuan tahun yang diabadikan dengan puluhan piramida-nya, China dengan sejarahnya yang sangat kompleks dalam pergolakan antar dinasti, Jepang pada era Tokugawa yang seru untuk ditelusuri, belum lagi Sejarah klasik India yang begitu memikat sekaligus misterius untuk dikaji.
Nah, Indonesia gimana? Sejarah Klasik Indonesia entah kenapa malah menjadi momok besar bagi kaum pelajar. Dari mulai tuntutan pelajaran buat menghafal nama-nama kerajaan, atribut agama yang melekat pada kerjaan tersebut, nama-nama raja yang panjang dan susah diingat, belum lagi tahun ini-itu yang susah dihafal saking banyaknya. Sistem pengajaran di Indonesia membuat para pelajar jadi membenci sejarah bangsanya sendiri. Konyol kan?
Padahal, kalo kita cermati Sejarah Klasik Indonesia dari sudut pandang lain, kisah dibalik pergolakan berdiri dan runtuhnya kekuasaan di bumi Nusantara ini nggak kalah serunya dengan sejarah klasik di negara lain. Gua yakin masih banyak yang gak nyadar kalo pada masa jayanya Majapahit, Nusantara merupakan kesatuan maritim dan kerajaan laut terbesar di antara bangsa-bangsa beradab di seluruh muka bumi ini.
Nah, dalam buku ini, Pram sebagai salah satu sastrawan terbesar Indonesia akan mendobrak semua paradigma lo tentang sejarah Indonesia yang ruwet, gak menarik, dan membosankan. Buku ini akan membawa lo pada era yang betul-betul menjadi titik nadir yang menentukan sejarah bangsa Indonesia, yaitu masa kejayaan dan runtuhnya Majapahit sampai mulai masuknya penjajah Eropa ke Indonesia. Ditulis dengan narasi yang betul-betul bisa membius kita semua untuk kembali dengan mesin waktu mengarungi arus pasang-surutnya kejayaan Nusantara pada masa lampau. zenius
Segitu dulu ya. Sebenarnya masih banyak lagi buku-buku keren yang wajib kalian baca. Tapi berhubung nanti kebanyakan dan juga kalian pasti bosan hehehehe.
Terlepas dari buku apapun kalian baca.Yang terpenting kalian menyukainya.Dan kalian mempunyai semangat untuk membaca.
Setiap orang mempunyai selera yang berbeda begitu juga dengan hati ini ehhh

Mungkin itu dulu. Sampai jumpa di postingan aku berikutnya.
Salam aksara.

Pentingnya Membaca Buku

Halo semuanya. Apa kabar? baik? atau galau meratapi nasib hehehe.Kali ini saya ingin membahas tentang pentingnya membaca-bukan membaca hati orang, melainkan pentingnya membaca buku.

So guys mari kita mulai pembahasannya. Sebelum itu saya mohon maaf kalau blog ini sangat membosankan. nb: masih pemula.

Mari kita mulai.















Buku merupakan jendela dunia. Ia juga sangatlah berperan penting bagi kehidupan manusia. Namun, seringkali buku hanyalah dianggap sebagai sesuatu hal biasa yang tak bernilai jika kita tidak membacanya. Maka dari itu, sangatlah penting untuk kita membacanya. Dengan membaca, ilmu kita akan bertambah dan dengan membaca kita dapat mengubah dunia.
Membaca sangat penting bagi setiap orang. Karena hal itu akan mampu meningkatkan pengetahuan dan wawasan bagi mereka yang melakukannya. Namun kegiatan membaca ini belum banyak dilakukan, khususnya bagi para remaja. Hal ini memang menjadi keprihatinan banyak pihak, baik itu pendidik, orangtua maupun pemerintah. Upaya-upaya untuk membangun kesadaran masyarakat untuk gemar membaca pun telah lama dilakukan dengan banyak cara. Sayangnya, hal tersebut belum banyak membuahkan hasil.

Berdasarkan hasil survei lembaga internasional yang bergerak dalam bidang pendidikan, United Nation Education Society and Cultural Organization (UNESCO), minat baca penduduk Indonesia jauh di bawah negara-negara Asia. Indonesia tampaknya harus banyak belajar dari negara-negara maju yang memiliki tradisi membaca cukup tinggi. Jepang, Amerika, Jerman dan negara maju lainnya dengan kebiasaan masyarakat membaca bukunya, telah berimbas pada begitu pesat peradabannya. Masyarakat negara tersebut sudah menjadikan buku sebagai sahabat yang menemani mereka ke manapun mereka pergi. Kadang kita lihat buku tak pernah lepas dari tangan mereka kala antri membeli karcis, menunggu kereta, di dalam bus, di bandara, kedai kopi maupun tempat-tempat lainnya. minat baca indonesia

Di Indonesia, kebiasaan ini belum tampak. Di zaman sekarang ini, remaja membaca buku apabila sedang membutuhkan sumber untuk mengerjakan tugas. Fenomena seperti ini juga sering terjadi saat seorang mahasiswa sedang menyusun tugas akhir atau skripsi. "Memang budaya membaca kini sudah tidak lagi menjadi kebutuhan bagi generasi muda. Hal itu disebabkan karena kurang kontrolnya keluarga dan masyarakat terhadap anak dalam pemanfaatan teknologi sekarang ini,” ujar Prof Dr H Suwardi Lubis MS. Suwardi yang juga dosen komunikasi di Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi “Pembangunan” (STIK-P) Medan menambahkan.
Akibat dari kurangnya budaya membaca, pola pikir remaja menjadi praktis dan itu membuat mereka mudah frustasi. Padahal, dengan membaca pola pikir seseorang akan lebih terbuka dan banyak hal-hal positif yang akan didapatkannya. “Salah apabila seorang mahasiswa membaca buku ketika hendak menyelesaikan skripsi karena pasti hanya akan membaca buku yang berkaitan dengan skripsi atau tugasnya saja. Itu membuat wawasannya menjadi tidak luas,” tegas Pak Suwardi yang juga mengajar di USU. Beliau juga berpesan kepada generasi muda agar menyadari bahwa buku itu adalah jantung kehidupan. Karena dengan membaca buku wawasan serta pengetahuan kita akan semakin bertambah.


Nah mungkin cukup segitu dulu penjelasannya tentang pentingnya membaca buku.
Saya harapkan dari kalian / teman-teman semuanya menerapkan budaya membaca, baik itu novel/komik.  Oke, saya tutup artikel blog kali ini dengan satu quote dari Carl Sagan :



"What an astonishing thing a book is. It's a flat object made from a tree with flexible parts on which are imprinted lots of funny dark squiggles. But one glance at it and you're inside the mind of another person, maybe somebody dead for thousands of years. Across the millennia, an author is speaking clearly and silently inside your head, directly to you. Writing is perhaps the greatest of human inventions, binding together people who never knew each other, citizens of distant epochs. Books break the shackles of time. A book is proof that humans are capable of working magic.” - Carl Sagan

Apa Sih Literasi itu ?

Hai sobat-sobat yang mengagumkan. Kembali lagi di blog aku.

Bagaimana kabar kalian semua? .Tentu baik-baik saja bukan.
Nah kali ini aku ingin membahas tentang literasi. Mungkin dari kalian semua sudah tahu apa itu literasi namun tidak tahu makna dan definisinya secara jelas.
Disini aku akan memaparkannya kepada kalian.
Mari merapat.
 


Literasi berasal dari istilah latin 'literature' dan bahasa inggris 'letter'. Literasi merupakan kualitas atau kemampuan melek huruf/aksara yang di dalamnya meliputi kemampuan membaca dan menulis. Namun lebih dari itu, makna literasi juga mencakup melek visual yang artinya "Kemampuan untuk mengenali dan memahami ide-ide yang disampaikan secara visual (adegan, video, gambar)."
National Institute for Literacy, mendefinisikan Literasi sebagai "Kemampuan individu untuk membaca, menulis, berbicara, menghitung dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian yang diperlukan dalam pekerjaan, keluarga dan masyarakat." Definisi ini memaknai Literasi dari perspektif yang lebih kontekstual. Dari definisi ini terkandung makna bahwa definisi Literasi tergantung pada keterampilan yang dibutuhkan dalam lingkungan tertentu. 
Di lain sisi, Education Development Center (EDC) menyatakan bahwa Literasi lebih dari sekedar kemampuan baca tulis. Namun lebih dari itu, Literasi adalah kemampuan individu untuk menggunakan segenap potensi dan skill yang dimiliki dalam hidupnya. Dengan pemahaman bahwa literasi mencakup kemampuan membaca kata dan membaca dunia.
Sementara menurut UNESCO, pemahaman orang tentang makna literasi sangat dipengaruhi oleh penelitian akademik, institusi, konteks nasional, nilai-nilai budaya, dan juga pengalaman. Pemahaman yang paling umum dari literasi adalah seperangkat keterampilan nyata -- khususnya keterampilan kognitif membaca dan menulis -- yang terlepas dari konteks di mana keterampilan itu diperoleh dan dari siapa memperolehnya. klik
Seseorang melek huruf (bisa baca-tulis) mampu memahami semua bentuk komunikasi yang lain. Implikasi dari kemampuan literasi yang dia miliki ialah pada pikirannya. Literasi melibatkan berbagai dasar-dasar kompleks tentang bahasa seperti fonologi (melibatkan kemampuan untuk mendengar dan menginterpretasikan suara), arti kata, tata bahasa dan kelancaran dalam setidaknya satu bahasa komunikasi. Keterampilan ini menentukan tingkat yang dicapai oleh seorang individu.
Literasi memang tidak bisa dilepaskan dari bahasa. Seseorang dikatakan memiliki kemampuan literasi apabila ia telah memperoleh kemampuan dasar berbahasa yaitu membaca dan menulis. Jadi, makna dasar literasi sebagai kemampuan baca-tulis merupakan pintu utama bagi pengembangan makna literasi secara lebih luas. Dan cara yang digunakan untuk memperoleh literasi adalah melalui PENDIDIKAN.

Jenis Literasi

Sekarang ini, istilah literasi sudah mulai digunakan dalam skala yang lebih luas tetapi tetap merujuk pada kemampuan atau kompetensi dasar literasi yakni kemampuan membaca serta menulis. Intinya, hal yang paling penting dari istilah literasi adalah bebas buta aksara supaya bisa memahami semua konsep secara fungsional, sedangkan cara untuk mendapatkan kemampuan literasi ini adalah dengan melalui pendidikan. Sejauh ini, terdapat 9 macam literasi, antara lain:
Literasi kesehatan merupakan kemampuan untuk memperoleh, mengolah serta memahami informasi dasar mengenai kesehatan serta layanan-layanan apa saja yang diperlukan di dalam membuat keputusan kesehatan yang tepat.
 literasi finansial, yakni kemampuan di dalam membuat penilaian terhadap informasi serta keputusan yang efektif pada penggunaan dan juga pengelolaan uang, dimana kemampuan yang dimaksud mencakup berbagai hal yang ada kaitannya dengan bidang keuangan.
Literasi digital merupakan kemampuan dasar secara teknis untuk menjalankan komputer serta internet, yang ditambah dengan memahami serta mampu berpikir kritis dan juga melakukan evaluasi pada media digital dan bisa merancang konten komunikasi.
Literasi data merupakan kemampuan untuk mendapatkan informasi dari data, lebih tepatnya kemampuan untuk memahami kompleksitas analisis data
Literasi kritikal merupakan suatu pendekatan instruksional yang menganjurkan untuk adopsi perspektif secara kritis terhadap teks, atau dengan kata lain, jenis literasi yang satu ini bisa kita pahami sebagai kemampuan untuk mendorong para pembaca supaya bisa aktif menganalisis teks dan juga mengungkapkan pesan yang menjadi dasar argumentasi teks